Kamis, 05 April 2012

Ternyata Drogba Homo


Ternyata Drogba Homo

Drogba Ciuman Bibir Dengan Pelatihnya - Chelsea menang 4-1 dan lolos ke fase quarter final Liga Champions 5-4 atas Napoli melalui perpanjangan waktu.

Luapan kegembiraan Di Matteo tak terbendung ketika peluit panjang dibunyikan oleh wasit tanda usai laga Chelsea kontra Napoli pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge. Seketika itu juga hasrat euforia 'pelatih anyar' The Blues membara, Di Matteo langsung mendekap dan memeluk erat Didier Drogba.

Terlihat di kamera kemesraan ala Di Matteo dan Drogba tersebut, sebuah kemenangan dramatis yang dibumbui adegan 'ciuman' Stamford Bridge.



Sumber: zonaunikdanmenarik

Persamaan Diego Maradona Dengan Lionel Messi


Persamaan Diego Maradona Dengan Lionel Messi

Persamaan Diego Maradona Dengan Lionel Messi, - Diego Maradona meyakini bahwa hanya ada satu perbedaan antara dirinya sendiri dan Lionel Messi dengan pemain-pemain lain, ketika terjadi diskusi mengenai pemain terbaik sepanjang masa: yakni kecepatan berpikir.

Sudah sekian lama Maradona selalu diperdebatkan mengenai siapakah pemain terbaik yang pernah ada: dirinya atau Pele dari Brasil.

Namun dengan kehadiran Messi yang belakangan ini kerap memecahkan rekor, banyak pihak yakin bahwa pemain mungil tersebut merupakan pesaing sah dalam perebutan gelar tidak resmi tersebut.

Dan sementara Maradona tidak pernah malu-malu mempublikasikan bawah dirinya lebih hebat dibanding Pele, ia sedikit merendah saat dibandingkan dengan kompatriotnya tersebut.

"Daftar (pemain-pemain terbaik) itu membuatku tertawa, namun hanya ada satu kemampuan, yang paling penting dibanding yang lainnya, yang tidak pernah dimiliki oleh orang lain selain Leo dan diriku sendiri: yaitu kecepatan berpikir," kata Maradona kepada Gazzetta dello Sport.

"Ketika saya melatih dia, beberapa hal yang saya lihat ada di dirinya mengingatkanku pada diri saya sendiri mengenai pemahaman cepat tentang bagaimana gerakan tersebut akan berkembang."

"Itu adalah kualitas bawaan lahir yang senilai dengan komputer. Sehingga kami mampu berkomunikasi dengan seseorang yang berpikir dengan kecepatan yang sama, dan kami dapat memiliki keduanya, bahkan lebih," tutupnya

FIFA Ultimatum PSSI Hingga Juni 2012


FIFA Ultimatum PSSI Hingga Juni 2012


FIFA Ultimatum PSSI Hingga Juni 2012 - FIFA kembali memberikan batas waktu kepada Indonesia hingga bulan Juni 2012 mendatang untuk menyelesaikan konflik internalnya. Hal itu diketahui setelah hasil rapat Komite Eksekutif FIFA selesai dilaksanakan di Zurich, Jumat (30/3/2012).

Dalam rapat tersebut, FIFA selaku federasi sepak bola tertinggi di dunia mengimbau Indonesia (PSSI) bisa menyelesaikan masalahnya sebelum pertengahan tahun ini.


"Indonesia (PSSI) diberi tenggat waktu hingga 15 Juni 2012 untuk menyelesaikan masalah yang tengah berlangsung, terutama mengontrol liga sempalan (breakaway league)," demikian kutipan rilis resmi FIFA dilansir FIFA.com.


Jika PSSI tak kunjung bisa menyelesaikan permasalahannya, maka Indonesia masuk dalam pembahasan di Komite Darurat FIFA. Alhasil sanksi akan diberikan FIFA kepada Indonesia. "Jika kembali gagal, kasus ini akan dibawa ke Komite Darurat FIFA untuk dijatuhi sanksi."


Sebelumnya, FIFA memberikan waktu kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah sepak bola Indonesia dan akan mempertimbangkan terkait sanksi pada rapat Komite Asosiasi FIFA, 26 Maret 2012, jika konflik gagal diselesaikan.


Namun selama batas waktu yang ditentukan konflik masih berlangsung. Asosiasi memutuskan untuk membahas masalah Indonesia pada tingkatan lebih tinggi, yakni rapat Komite Eksekutif FIFA, 29-30 Maret 2012.

10 Pemain Sepakbola Pendek Terbaik Sepanjang Masa


10 Pemain Sepakbola Pendek Terbaik Sepanjang Masa

10 Pemain Sepakbola Pendek Terbaik Sepanjang Masa - Faktanya, ada banyak orang pendek yang bahkan jauh lebih hebat daripada mereka yang jangkung. Simak daftar Top 10 berikut! Mereka adalah pemain-pemain mungil yang sukses masuk jajaran elite dalam persepakbolaan dunia...


Diego Maradona (166 cm - Argentina)
Jutaan suporter sepakbola dunia tidak akan mengelak jika Maradona disebut sebagai pemain terbaik sepanjang masa, berdampingan dengan nama Pele. Maradona, dengan segala aksi individunya, membawa Argentina juara Piala Dunia 1986. Masih dengan aksi individunya, Maradona juga membawa Napoli menjadi klub papan atas di Italia dan Eropa. Maradona adalah bukti terbaik untuk siapapun yang mendiskreditkan postur tubuh.

Romario (169 cm - Brazil)
Romario adalah aktor utama Brazil saat memenangkan gelar juara dunia 1994. Dia termasuk salah satu dari sedikit striker di dunia yang mampu mencetak lebih dari 1000 gol sepanjang karirnya (selain Pele dan Puskas). Meski menurut catatan FIFA, jumlah gol resmi Romario 'cuma' 929 karena pertandingan dari sepakbola junior dan friendly match tidak dihitung. Berapapun jumlahnya, catatan ini tetap luar biasa dan tak bisa dibantah bahwa Romario tetaplah salah satu striker terbaik di dunia.

Edgar Davids (170 cm - Belanda)
Edgar Davids termasuk pesepakbola yang paling mencolok di generasinya. Selain karena kacamata dan rambut gimbalnya, dia dikenal karena determinasi tingginya sebagai midfilder. Bahkan, Pele memasukkannya dalam daftar 100 pesepakbola terbaik dunia yang masih hidup (FIFA 100 list). Walalupun berbodi mungil, mantan bintang Juventus ini adalah gelandang bertahan garang yang ditakuti oleh musuh-musuhnya.

Claude Makelele (170 cm - Prancis)
Seorang ikon holding midfilder. Postur kecil tidak membuat Makelele minder bertarung di lini tengah. Bakat dan style-nya dalam memainkan peran holding midfilder, bahkan membuat posisi itu sering disebut sebagai 'Makelele Role'. Makelele, sebagai petarung dan perebut bola di sektor gelandang, adalah unsur tak tergantikan. Ketika Makelele meninggalkan Madrid menuju Chelsea, Los Galacticos langsung kehilangan keseimbangan. Bukti betapa hebatnya seorang Makelele.

Roberto Carlos (168 cm - Brazil)
Roberto Carlos, bek kiri terbaik sepanjang masa. Jika anda adalah penggemar game playstation Winning Eleven tahun 2000an, hingga kini belum ada yang menandingi kombinasi abilitas shooting, speed, balance, dan dribling yang dimiliki Roberto Carlos. Sejak dia pensiun dari Brazil dan meninggalkan Madrid, sangat sulit untuk mencari penggantinya. Roberto Carlos memiliki bakat alami seorang bek kiri yang cepat dan kokoh di balik postur tubuhnya yang di bawah rata-rata. 

Xavi Hernandez (170 cm - Spanyol)
Xavi adalah midfilder papan atas generasi sekarang. Quite simply the best midfielder in modern football. Sepanjang karir hanya bermain untuk Barcelona, dan telah memenangan banyak gelar untuk klubnya. Di timnas Spanyol, Xavi adalah elemen krusial saat menjadi juara Eropa 2008 dan juara Dunia 2010. Penghargaan pemain tebaik 2010 versi majalah World Soccer, menegaskan pengakuan atas kemampuannya sebagai playmaker ahli umpan kelas dunia.

Frank Ribbery (170 cm - Prancis)
Winger elite yang menjadi nyawa timnas Prancis sepeninggal Zinedine Zidane. Ribbery adalah satu dari sedikit pemain terbaik Prancis di generasinya sekarang. Zidane pun menyebutnya sebagai mutiara sepakbola Prancis. Walaupun sering bermasalah dalam kehidupan pribadinya, kelincahan Frank Ribbery adalah andalan utama bagi sektor penyerangan Prancis dan klubnya sekarang, Bayern Munchen.

Andres Iniesta (170 cm - Spanyol)
Satu lagi pemain pendek khas Catalan. Iniesta menjadi padanan seimbang untuk kualitas Xavi dan Messi di Barcelona. Produk asli akademi La Masia ini berkontribusi signifikan terhadap kedigdayaan Barcelona beberapa tahun terakhir, dan berperan penting untuk gelar juara Eropa dan Dunia milik timnas Spanyol. Dengan kecerdasan dan talentanya, Iniesta bisa bermain di mana saja, dan karena itulah dia dijuliki El Ilusionista (The Illusionist) dan El Cerebro (The Brain).

Wesley Sneijder (170 cm - Belanda)
Gelandang terbaik dunia 2010 versi FIFA yang bakatnya sempat 'disia-siakan' Real Madrid. Bersama Inter Milan, Sneijder meraih banyak gelar termasuk juara Liga Champions. Dia dianugrahi kaki spesial yang mampu menendang bola secara akurat dan mencetak gol lewat freekick, membuat reputasinya diakui sebagai spesialis bola mati. Dengan tubuh kecil, Sneijder bisa bergerak cepat namun kuat dalam kontrol bola. Inilah yang membuat Sneijder istimewa.

Lionel Messi (169 cm - Argentina)
Tibalah pada pemain pendek terhebat masa kini, dia sering disebut sebagai Messidona, reinkarnasi Maradona. Lionel Messi pernah menderita ganguan hormon pertumbuhan, namun itu tidak membatasi bakat yang dia miliki. Untuk era sekarang, Messi telah masuk jajaran pesepakbola elite. Kini dia tengah merintis jalan untuk mensejajarkan diri, atau bahkan mungkin melewati, apa yang telah diraih oleh legenda Diego Maradona.

Jadi, jangan remehkan orang pendek! :-D

Daftar di atas adalah mereka yang tinginya 170 cm atau kurang. Sementara sebagai gambaran, Boaz Solloza tinginya 175 cm. Sudah semestinya Indonesia tidak perlu minder lagi denga postur tubuh pendek.Semoga menambah wawasan kita semua

Guardiola Sebut Barca Bukan Favorit Juara


Guardiola Sebut Barca Bukan Favorit Juara


Barcelona - Setelah menyingkirkan AC Milan, Barcelona menginjakkan kaki di semifinal Liga Champions. Karena masih ada tim-tim kuat lain, Pep Guardiola tak sepakat kalau timnya dilabeli favorit juara.

Kemenangan 3-1 atas Milan di leg kedua perempatfinal, Rabu (4/4/2012) dinihari WIB, cukup untuk meloloskan tim besutan Guardiola ke babak empat besar. Mereka melaju dengan keunggulan agregat 3-1 karena pertemuan pertama berakhir tanpa gol.

Lolosnya Barca ke semifinal Liga Champions adalah untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Dari lima kesempatan tersebut, Los Cules dua kali jadi kampiun.

"Kami mencapai lima semifinal karena usaha yang dilakukan semua orang dan para pemain senang dengan apa yang mereka lakukan di lapangan," ungkap Guardiola di situs resmi UEFA.

"Kami selalu mencoba ada di level tertinggi yang kami bisa dan kami tahu bahwa kami harus mencapai level tertinggi kalau kami ingin lolos ke final di Munich," tambahnya.

Dengan status juara bertahan plus penampilan apik yang ditunjukkan Barca, banyak pihak kemudian menjagokan mereka sebagai juara tahun ini. Soal ini, Gurdiola tak terlalu sepakat.

"Musim masih panjang, Anda punya periode yang berbeda-beda. Saya tak berpikir kami favorit. Masih ada Bayern dan masih akan ada Madrid," ujarnya.

"Hal paling sulit di dunia adalah mempertahankan karena Anda bisa memenangi apa pun, tapi untuk mempertahankannya akan sangat sulit," kata pria 41 tahun ini

Sang Legenda Sepak Bola Indonesia Yang Terlupakan


Sang Legenda Sepak Bola Indonesia Yang Terlupakan


Sang Legenda Sepak Bola Indonesia Yang Terlupakan - Pernah ada era dimana tim sepakbola Indonesia ditakuti di Asia, bahkan Eropa. Era dimana kecanggihan teknologi belum menjamah ranah olahraga. Era dimana kemampuan fisik masing-masing pemain lebih berperan dari formasi dan taktik. di era itu, ada satu nama pesepakbola yang luar biasa. Salah satu bakat terpendam tanah air Indonesia yang kemampuannya diakui dunia. dia adalah Ramang, pesepakbola asal Makassar yang namanya mengangkasa, dan terlupakan.


Ramang Kecil


Ramang dilahirkan di Makassar, tahun 1928. Ayahnya, Nyo’lo, merupakan Ajudan raja Gowa Djondjong Karaenta Lemamparang yang dikenal sebagai jagoan sepak raga. Sejak kecil Ramang sudah terlihat mewarisi bakat bal-balan ayahnya. Ia kerap berlatih dengan seadanya. Bola anyaman rotan, gulungan kain, hingga buah jeruk kecil menjadi teman berlatihnya.


Ramang memperkuat PSM


Pada tahun 1947, Ramang bergabung ke klub sepakbola Makassar Voetball Bond (MVB), yang kini dikenal dengan nama PSM Makassar. Sebelum berlabuh di klub besar tersebut, Ramang membela Persis (Persatuan Sepakbola Induk Sulawesi). Artis Bugil Bakatnya tersendus oleh scout dari PSM ketika memperkuat tim tersebut dalam sebuah turnamen yang diadakan oleh PSM. Ramang mencetak 7 gol dalam sebuah pertandingan dan membawa Persis menang 9-0 dalam kompetisi tersebut.


Tanpa menunggu lama, PSM segera mengontrak pemain bertubuh mungil tersebut. Hanya setahun di PSM, Ramang telah melanglang buana ke seluruh penjuru daerah di Indonesia. Ketika ia kembali ke Makassar, seseorang menawarinya pekerjaan sebagai opas di dinas Pekerjaan Umum. Gajinya hanya Rp.3500,- per bulan dan tidak pernah naik. Namun Ramang menerimanya dengan hati terbuka. Maklum, ketika itu sepakbola belum dapat dijadikan mata pencaharian tetap. 


Kerja Sampingan Ramang


Pekerjaan sampingan Ramang sebelum dikontrak PSM adalah kernet dan tukang becak. Namun akhirnya ia meninggalkan dua pekerjaan tersebut, bukan karena gajinya di PSM mencukupi, namun ia lebih mencintai sepakbola. Hal tersebut membuat kehidupan Ramang yang saat itu sudah berkeluarga, sangat memprihatinkan. Keluarganya tinggal menumpang di rumah seorang teman.
Dukungan dari sang istri yang tabah dan setia membuat Ramang dapat fokus bermain bola. Sampai akhirnya bakat luar biasa Ramang membuatnya terpilih memperkuat tim nasional Indonesia (kala itu bernama tim PSSI) pada tahun 1952.




Kiprah Gemilang Ramang di Kancah Internasional


Prestasi Ramang di tingkat nasional amat cemerlang. dirinya dikenal sebagai striker haus gol yang tak lelah bergerak ke segala arah dengan kecepatan tinggi sambil melepas tendangan dnegan akurasi tinggi. Pada lawatannya tahun 1954 ke berbagai negeri Asia (Filipina, Hongkong, Muangthai, Malaysia) PSSI hampir menyapu seluruh kesebelasan yang dijumpai dengan gol menyolok. Dari 25 gol (dan PSSI hanya kemasukan 6 gol) 19 di antaranya lahir dari kaki Ramang.


Ketajaman Ramang membuat nama Indonesia disegani di tingkat sepakbola dunia. Beberapa tim terbaik dunia kala itu berebutan ingin menjajal kekuatan timnas Indonesia. Mulai dari Yugoslavia yang gawangnya dijaga Beara, salah satu kiper terbaik dunia waktu itu, klub Stade de Reims dengan si kaki emas Raymond Kopa, kesebelasan Rusia dengan kiper top dunia Lev Yashin, klub Locomotive dengan penembak maut Bubukin, sampai Grasshopers dengan Roger Vollentein.


Namun Ramang adalah pribadi yang rendah hati, ia mengatakan bahwa prestasi timnas kala itu tak lepas dari perjuangan rekan-rekannya, bukan dirinya semata.
Ramang adalah pesepakbola dengan bakat alami murni. Sebagai penyerang, ia kerap mencetak gol dari berbagai sudut, bahkan sudut mustahil sekalipun. Permainannya pun sedap dipandang mata. Salah satu kemampuan khusus Ramang adalah tendensi dan presisi untuk melepaskan tembakan salto. Tak jarang ia merobek jala lawan dengan sepakan akrobatik yang aduhai. Satu di antaranya yang paling diingat adalah saat PSSI mengalahkan RRC dengan skor 2-0 di Jakarta. Kedua gol itu lahir dari kaki Ramang, satu di antaranya tembakan salto.
Kelihaian Ramang di lapangan bola membuat seluruh Indonesia mengenalnya. Bahkan pada era akhir 50 an, banyak ibu-ibu menamai anak mereka ‘Ramang’.
Pertandingan paling berkesan adalah ketika Indonesia bertemu Uni-Soviet di Olimpiade Melbourne 1956. Kala itu Uni-Soviet memegang predikat sebagai salah satu raja sepakbola dunia, dengan pertahanan yang digalang kiper legendaris Lev Yashin. Hebatnya, Indonesia berhasil menahan tim tersebut dengan skor kacamata. Ramang bahkan hampir saja mempermalukan Uni-Soviet dengan mencetak gol, namun gagal karena kausnya ditarik pemain belakang lawan sebelum sempat menceploskan bola.




Akhir Muram Prestasi Gemilang Ramang


Namun waktu terus berjalan, roda kehidupan terus berputar. Untuk Ramang, singkat saja dirinya berada di puncak kejayaan. Sinarnya meredup setelah dirinya terkena skorsing pada tahun 1960. Pria bersahaja ini dituduh menerima suap. Ketika dipanggil kembali pada tahun 1962, sinarnya telah pudar. Ramang akhirnya pensiun total dari sepakbola pada tahun 1968 dalam usia 40 tahun. Klub terakhir yang dibelanya adalah PSM Makassar.


Namun Ramang tidak meninggalkan lapangan hijau. Ia kembali sebagai pelatih dan sempat membawa tim Persipal Palu menjadi tim yang disegani di Indonesia. Ramang juga pernah melatih klub yang membesarkan namanya, PSM Makassar (sampai sekarang, salah satu julukan PSM Makassar adalah ‘Pasukan Ramang’). 


Namun ternyata dunia kepelatihan terlalu kejam untuk Ramang. Ia disingkirkan secara perlahan dari dunia itu hanya karena tidak memiliki ijasah kepelatihan. Padahal racikannya yang bermaterikan pengalaman pribadi dan teori yang didapatnya dari pelatih timnas PSSI Tony Pogacnick berhasil membuat jeri lawan-lawan tim yang dilatihnya.


Ramang tetap menerima semua hal itu dengan lapang dada dan legowo. Untungnya lagi, ia tidak sampai harus berhenti menggeluti dunia yang dicintainya karena isu-isu miring tersebut.


Masa Tua Ramang


Pada tahun 1981, setelah melatih anak-anak PSM di bawah guyuran hujan, Ramang sakit. Selama enam tahun ia berjuang melawan sakit radang paru-paru yang menggerogotinya tanpa mampu berobat ke Rumah Sakit. Ramang memang hidup amat sederhana pada masa tuanya. karena sekali lagi, gaji seorang pelatih bola kala itu tidak bisa dijadikan penopang seseorang yang telah berkeluarga.Ramanghanya jebolan Sekolah Rakyat, tanpa ijasah, semua jadi sulit.


Pada tahun 1987, salah satu legenda terbesar sepakbola Indonesia ini mengehembuskan nafas terakhir di kediamannya yang amat sederhana. Ia menghuni rumah kecil tersebut bersama anak, menantu dan cucunya, semua berjumlah 19 orang.


Ramang Legenda Yang dilupakan
Kini, yang cukup menyedihkan, nama Ramang seakan sudah dilupakan. Tenggelam di bawah nama seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Bambang Pamungkas, dan Irfan Bachdim. Satu-satunya pengingat orang-orang akan keberadaannya hanyalah sebuah patung sederhana di pintu utara lapangan Karebosi, Makassar.
Mari kita kenang kembali keberadaan mereka yang pernah mengangkat nama Indonesia di mata dunia pada suatu era, walaupun hanya lewat sepakbola.


Ramang kecil Kadir kecil..
Menggiring bola di jalanan
Ruli kecil Riki kecil..
Lika liku jebolkan gawang

Opel Insignia OPC Unlimited - Amzaing update


Opel Insignia OPC Unlimited - Amzaing update